Rabu, Agustus 10, 2016

Video Profil Desa Bulung Kec. Klampis Kab. Bangkalan


Video ini menggambarkan aktivitas masyarakat Desa Bulung, mulai dari pekerjaan keseharian, sarana dan lembaga  dan juga Program Kerja yang dilaksanakan oleh KKN 36....
https://www.youtube.com/watch?v=GdXu8ZJezcM

Senin, Agustus 08, 2016

Desa Bulung.....memiliki Sejarah

*      Sejarah Desa Bulung

Sejarah adalah hal yang tidak dapat terlepas dalam hidup, karena sejarah yang terjadi memberikan pengaruh yang kuat serta membentuk kehidupan dimasa sekarang. Seperti sebuah kata yang tidak asing “Jas Merah” Jangan sekali-kali melupakan sejarah adalah pesan dari Sang Presiden pertama Indonesia, untuk mengingatkan para penerus Bangsa, tentang pentingnya mengetahui dan menelaah sejarah yang terjadi dimasa lampau. 
Desa Bulung, merupakan Desa yang memiliki kekayaan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Mulai dari asal usul nama Desa Bulung, Kisah Rumah tertua, Bhujuk 25 dan Sumur Keramat Bulung. Dalam ulasan singkat Sejarah Desa Bulung, Penulis akan memaparkan cerita sejarah berkenaan dengan beberapa poin diatas yang didapat dari wawancara langsung dengan warga Desa Bulung. Cerita sejarah yang ada di Desa Bulung adalah salah satu contoh cerita sejarah yang diturunkan melalui mulut ke mulut atau dapat disebut sebagai sastra lisan.

Asal – usul Nama Desa Bulung
Bulung, kata yang mungkin terdengar sedikit aneh bagi orang yang pertama kali mendengarnya, mengetahui ternyata kata tersebut adalah nama sebuah Desa di kecamatan Klampis. Kata Bulung sebelum ditetapkan menjadi nama dari Desa, merupakan nama dari sebuah pohon yaitu Pohon Bulung. Pohon Bulung tersebut dahulunya tumbuh subur diseluruh penjuru daerah Desa. Pohon Bulung yang digambarkan oleh warga, adalah pohon yang mirip dengan pohon kelapa sawit atau hampir seperti pohon kurma. Pohon Bulung memiliki buah yang lebat, tetapi menurut keterangan warga buah dari pohon ini tidak dapat dikonsumsi karena rasanya yang sangat pahit. Buah Bulung ini dahulu konon digunakan sebagai racun tikus dan ulat. Seiring berjalannya waktu, pohon Bulung ini punah karena banyak ditebang oleh masyarakat dengan alasan kurangnya manfaat yang dimiliki. Menurut keterangan masyarakat, pohon Bulung merupakan pohon yang menyeramkan dan dipercayai masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Jin. Sedikitnya terdapat 3 pohon Bulung yang masih tersisa di Desa Bulung hingga saat ini.

Bhujuk  Seghemi’
 Dibalik asal usul pohon Bulung, terdapat pula cerita tentang Bhujuk Segehemi’ yang hampir diketahui oleh penjuru Desa Bulung bahkan sampai ke luar Desa. Bhujuk Seghemi’ terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Madura, Bhujuk yang berarti Makam dan Seghemi’ berarti dua puluh lima (25) dalam bahasa Indonesia. Bhujuk Seghemi’ kemudian bukan dimaksudkan tentang makam yang berjumlah 25. Tetapi kisah tentang sepasang suami istri yang memiliki anak berjumlah 25. Dimana seluruh anak dari pasangan suami bernama Markan dan Istri bernama Futima, adalah anak-anak yang hampir seluruhnya menjadi Tokoh Agama atau masyarakat menyebutnya sebagai para Wali yang berperan penting dalam penyebaran Agama Islam.

Sumur Keramat Bulung
Dibalik berbagai macam kisah menarik nara sumber juga memaparkan adanya kisah dari dua sumur keramat yang terdapat di Desa Bulung. Yang pertama adalah Somor Loar (Sumur Luar). Sumur Luar ini ditemukan oleh Bhujuk Entel, salah satu Wali yang termasuk keturunan Bhujuk Seghemi’. Konon, sumur luar ini terpancar saat Sang Wali kesulitan mencari air untuk berwudlu seketika Beliau menancapkan tongkatnya kemudian mengalirlah air tersebut. Sumur luar tersebut masih ada hingga saat ini, yang dimanfaatkan para warga Dusun Ambat untuk mandi dan keperluan mencuci.

Somor Kategen (Sumur Tega), dijuluki sumur tega karena menurut keterangan warga, siapa saja yang meminum air dari sumur ini akan menjadi seseorang yang tega. Tega untuk melakukan apapun, atau dapat dikatakan orang yang meminumnya akan menjadi orang yang tidak takut pada apapun. Pada masanya, sumur ini dimanfaatkan oleh para warga untuk diberikan kepada suami yang diselingkuhi istrinya namun tidak berani untuk mencerai ataupun melawan lelaki idaman lain dari si istri. Keluarga suami akan memberikan air sumur tersebut untuk diminum, hingga kemudian sang suami menjadi berani untuk melawan lelaki idaman lain yang dimiliki sang istri dengan cara kekerasan bahkan membunuhnya dengan cara sadis atau yang biasa disebut Carok di Madura. Untuk itu, air dari sumur ini disebut sebagai air iblis oleh masyarakat Desa Bulung. Mengaca dari kemudharatan yang lebih banyak dibanding manfaatnya, sumur ini kemudian ditutup dan diamankan oleh Kepala Desa.

Minggu, Agustus 07, 2016

Penyuluhan Gosok Gigi di SDN Bulung

Gigi Sehat

         
          Penyuluhan gosok gigi membahas tentang cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Tujuan penyuluhan gosok gigi yaitu memberikan pengetahuan bagi siswa kelas satu maupun kelas dua tentang pentingnya menggosok gigi dan akibat apabila jarang menggosok gigi, serta menerapkan praktik menggosok gigi. Sehingga siswa-siswa paham cara merawat gigi dengan menggosok gigi secara teratur (sebanyak tiga kali sehari) serta menggosok gigi dengan cara yang baik dan benar.


Penyuluhan gosok gigi dilaksanakan di dua lembaga yaitu SDN 1 Bulung dan MI Darul Fathi. SDN 1 Bulung sebanyak satu kali dan dua kali di SDI/MI Darul Fathi. Waktu pelaksanaan penyuluhan gosok gigi yaitu hari rabu tanggal 27 Juli 2016 bertempat di SDN 1 Bulung dengan sasaran siswa kelas satu. Sedangkan waktu pelaksanaan penyuluhan gosok gigi SDI/Mi Darul Fathi yaitu hari rabu tanggal 27 Juli 2016 dengan sasaran siswa kelas satu dan kelas dua. Kendala pada programkerja penyuluhan gosok gigi yaitu kurangnya peralatan seperti sikat gigi yang disebabkan siswa lupa membawa sikat gigi. kendala tersebut dapat diatasi dengan disediakannya peralatan yang digunakan dalam praktik gosok gigi, seperti sikat gigi, pasta gigi, air, gelas plastik, dan bak kecil.


 

Program KKN 36

 Program Kerja Pembuatan Plang
 Kegiatan Mengajar di MI Darul Fathi
 Belajar Cara Mengoperasikan Komputer dan Mengetik dengan Benar
 Program Mengajar di TK
 Lomba Madrasah
 Pemasangan Plang bersama Kepala Desa
 Hari Terakhir Mengajar di MI Darul Fathi
 Kerajinan Bambu bersama Warga Masyarakat Dusun Ambat
Foto Kita bersama Kepala Desa

Pembuatan Plang Desa serta Peresmian yang di lakukan oleh Kepala Desa Bulung



Ketika orang baru masuk ke daerah Bulung pasti mereka akan merasa sangat kesulitan untuk mengetahui letak desa bulung. Untuk itu KKN 36 merencanakan untuk membuat plang desa. Pembuatan plang desa direncanakan ada 5 titik yaitu: untuk yang pertama plang desa di letakkan di batas awal masuk kawasan Desa Bulung, kedua di depan rumah kepala desa, ketiga diletakkan batas akhir desa bulung, keempat diletakkan  di tempat pembuangan sampah dan yang kelima di pinggir sungai, agar warga desa bulung tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Tujuan pembuatan plang desa digunakan untuk memudahkan warga mengetahui  lokasi masuk kawasan Desa Bulung sampai batas akhir desa bulung.
            Pelaksanaan pembuatan plang desa di lakukan pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 29-30 juli 2016 mulai pukul 06.00 sampai selesai. Peralatan yang dibutuhkan waktu pembuatan plang  desa adalah cangkul, tanah, semen, dan cetok. Semua berjalan lancar dan pembutan plang Desa dilakukan secara simbolis oleh bapak kepala Desa.



Program Kerja Mengajar di SDN Bulung dan MI Darul Fathi


Pendidikan adalah salah satu hal penting kita perhatikan, pentingnya pendidikan sangat terlihat jelas. Bahwa setiap manusia  berhak untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Berdasarkan pengajaran pertama yang di lakukan oleh KKN 36 di SD negeri Bulung, kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan ternyata siswa-siswi banyak yang kurang aktif dan ada juga siswa-siswi yang tidak bisa membaca serta media yang ada di sekolah masih kurang memadai dalam pembelajaran. Selain mengajar di SD Negeri Bulung kami juga mengajar di MI Darul Fathi. 
Kami mengajar di SD Negeri Bulung setiap hari Rabu dan kamis. Pada hari Rabu kami mengajarkan tentang Materi PKN dan hari Kamis mengajarkan materi tentang IPS pada siswa-siswi kelas 4, sedang pada kelas 5 mengajarkan materi tentang bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Agama Islam. KKN 36 juga mengajar di MI Darul Fathi pada kelas 4, 5 dan 6  dengan Materi yang sama dengan SDN Bulung. Tujuannya adalah Untuk memberikan ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan yang luas untuk siswa-siswi di SDN Bulung dan MI Darul Fathi. Kegiatan mengajar di SDN Bulung dilaksanakan pada tanggal  20, 21, 27, 28 juli dan 03,04 Agustus 2016 sedangkan kegiatan mengajar di MI Darul Fathi dilaksanakan pada tanggal 2, 3 dan 4 agustus 2016.

Kendala yang kami alami selama mengajar yaitu anak-anaknya cenderung nakal dan sulit untuk mengkondisikan siswa-siswi saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk sarana dan prasarana di kelas menurut kami fasilitas kelas kurang memadai, selain itu juga desain atau tata ruang kelas masih konvensional serta kekurangan media pembelajaran. Jadi untuk permasalah tersebut disini kami menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta di berinya ice breaking atau pendinginan untuk menghilangkan rasa bosan siswa-siswi untuk memecahkan kondisi yang menegangkan sehingga siswa-siswi akan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran.


Rabu, Agustus 03, 2016

Program Kerja Mengajar di Madrasah Raudlatul Mutaallimin (MID) serta Lomba Madrasah

Mengajar Madrasah serta Lomba Madrasah 


Salah satu program yang dilaksanakan oleh KKN kelompok 36 adalah mengajar Madrasah yang dilaksanakan di Madrasah Raudlatul Mutaallimin 1 Ar-Rofi’iyah Desa Bulung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan mengajar ini dilaksanakan mulai dari tanggal 25 juli sampai 7 agustus 2016 yang sistem mengajarnya mulai dari jam 13.30 wib sampai 16.30 Wib. Untuk meningkatkan siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar di Madrasah.
 Selain kegiatan mengajar, kami KKN 36 mengadakan Lomba madrasah untuk meningkatkan semangat siswa-siswi Madrasah. Lomba madrasah dilaksanakan di MID meliputi lomba MTQ, adzan dan puisi islami. Dengan melihat kondisi desa bulung ini masyarakat sangat kental agama islam maka di Desa Bulung ini sangat membutuhkan acara-acara islami seperti lomba-lomba MTQ, Adzan dan puisi islami. Dengan diadakannya lomba tersebut maka siswa-siswi di Madrasah Desa Bulung dapat meningkatkan kreativitas dalam bidang keagamaan, baca tulis al-qur’an sejak dini dapat melatih kecerdasan anak dan dapat melatih kreativitas dalam bidang ke Agamamaannya. Baca al-qur’an membuat siswa-siswi Madrasah lebih terpacu kreativitasnya dalam segi membaca al-qur’an. Tujuan dari lomba Madrasah ini untuk memotivasi dan meningkatkan kelancaran dalam membaca al-qur’an antar siswa-siswi dari MID Raudlatul Mutaallimin 1 Ar- Rofi’iyah.

Sasaran dalam acara lomba di Madrasah yang diadakan oleh mahasiswa KKN kelompok 36 di Desa Bulung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan adalah siswa-siswi Madrasah mulai dari kelas 3 sampai kelas 6. Bentuk kegiatan ini berupa lomba antar siswa-siswi yang meliputi lomba MTQ, Adzan dan Puisi Islami. Lomba MTQ, Adzan dan Puisi islami ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 2 Agustus 2016.

Minggu Bersih

KKN 36 Semangat!!!

Bersih Desa bersama Masyarakat di Dusun Bulung Tengah


Kegitan bersih desa merupakan salah satu program kerja kelompok KKN 36 di Desa Bulung.  Kegitan ini di lakukan pada hari Minggu tanggal 24 juli 2016 mulai pukul 08.00 pagi sampai selesai. Persipan pertama yang di lakukan yaitu menyiapkan alat-alat seperti arit, cangkul, sekrok, dan korek (untuk membakar sampah). Kegitan ini memperoleh respon positif dari warga, ini di tandai dengan banyaknya warga yang mengikuti dan membantu kegiatan ini. Untuk lokasi dan kegitan yang di lakukan di sekitar jalan menuju dusun Bulung Tengah.

Kegitan ini dilakukan dengan membersihkan rumput atau tanaman pengganggu di sekitar jalan menuju dusun bulung tengah. Untuk sampah kering seperti kertas, plastik, daun kering dll di kumpulkan dan di bakar. Untuk sampah basah seperti rumput dan daun di buang di sekitar pohon, di karenakan sampah basah ketika teruraia mejadi pupuk alami bagi tumbuhan. tujuan dari bersih-bersih desa ini untuk membersihkan jalan-jalan menuju desa bulung tengah. Maanfaat dari kegiatan ini yaitu jalan menuju dusun bulung tengah menjadi bersih dan tidak kotor, dan membantu warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan jalan Desa.