Rabu, Agustus 10, 2016

Video Profil Desa Bulung Kec. Klampis Kab. Bangkalan


Video ini menggambarkan aktivitas masyarakat Desa Bulung, mulai dari pekerjaan keseharian, sarana dan lembaga  dan juga Program Kerja yang dilaksanakan oleh KKN 36....
https://www.youtube.com/watch?v=GdXu8ZJezcM

Senin, Agustus 08, 2016

Desa Bulung.....memiliki Sejarah

*      Sejarah Desa Bulung

Sejarah adalah hal yang tidak dapat terlepas dalam hidup, karena sejarah yang terjadi memberikan pengaruh yang kuat serta membentuk kehidupan dimasa sekarang. Seperti sebuah kata yang tidak asing “Jas Merah” Jangan sekali-kali melupakan sejarah adalah pesan dari Sang Presiden pertama Indonesia, untuk mengingatkan para penerus Bangsa, tentang pentingnya mengetahui dan menelaah sejarah yang terjadi dimasa lampau. 
Desa Bulung, merupakan Desa yang memiliki kekayaan sejarah yang menarik untuk dipelajari. Mulai dari asal usul nama Desa Bulung, Kisah Rumah tertua, Bhujuk 25 dan Sumur Keramat Bulung. Dalam ulasan singkat Sejarah Desa Bulung, Penulis akan memaparkan cerita sejarah berkenaan dengan beberapa poin diatas yang didapat dari wawancara langsung dengan warga Desa Bulung. Cerita sejarah yang ada di Desa Bulung adalah salah satu contoh cerita sejarah yang diturunkan melalui mulut ke mulut atau dapat disebut sebagai sastra lisan.

Asal – usul Nama Desa Bulung
Bulung, kata yang mungkin terdengar sedikit aneh bagi orang yang pertama kali mendengarnya, mengetahui ternyata kata tersebut adalah nama sebuah Desa di kecamatan Klampis. Kata Bulung sebelum ditetapkan menjadi nama dari Desa, merupakan nama dari sebuah pohon yaitu Pohon Bulung. Pohon Bulung tersebut dahulunya tumbuh subur diseluruh penjuru daerah Desa. Pohon Bulung yang digambarkan oleh warga, adalah pohon yang mirip dengan pohon kelapa sawit atau hampir seperti pohon kurma. Pohon Bulung memiliki buah yang lebat, tetapi menurut keterangan warga buah dari pohon ini tidak dapat dikonsumsi karena rasanya yang sangat pahit. Buah Bulung ini dahulu konon digunakan sebagai racun tikus dan ulat. Seiring berjalannya waktu, pohon Bulung ini punah karena banyak ditebang oleh masyarakat dengan alasan kurangnya manfaat yang dimiliki. Menurut keterangan masyarakat, pohon Bulung merupakan pohon yang menyeramkan dan dipercayai masyarakat sebagai tempat bersemayamnya Jin. Sedikitnya terdapat 3 pohon Bulung yang masih tersisa di Desa Bulung hingga saat ini.

Bhujuk  Seghemi’
 Dibalik asal usul pohon Bulung, terdapat pula cerita tentang Bhujuk Segehemi’ yang hampir diketahui oleh penjuru Desa Bulung bahkan sampai ke luar Desa. Bhujuk Seghemi’ terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa Madura, Bhujuk yang berarti Makam dan Seghemi’ berarti dua puluh lima (25) dalam bahasa Indonesia. Bhujuk Seghemi’ kemudian bukan dimaksudkan tentang makam yang berjumlah 25. Tetapi kisah tentang sepasang suami istri yang memiliki anak berjumlah 25. Dimana seluruh anak dari pasangan suami bernama Markan dan Istri bernama Futima, adalah anak-anak yang hampir seluruhnya menjadi Tokoh Agama atau masyarakat menyebutnya sebagai para Wali yang berperan penting dalam penyebaran Agama Islam.

Sumur Keramat Bulung
Dibalik berbagai macam kisah menarik nara sumber juga memaparkan adanya kisah dari dua sumur keramat yang terdapat di Desa Bulung. Yang pertama adalah Somor Loar (Sumur Luar). Sumur Luar ini ditemukan oleh Bhujuk Entel, salah satu Wali yang termasuk keturunan Bhujuk Seghemi’. Konon, sumur luar ini terpancar saat Sang Wali kesulitan mencari air untuk berwudlu seketika Beliau menancapkan tongkatnya kemudian mengalirlah air tersebut. Sumur luar tersebut masih ada hingga saat ini, yang dimanfaatkan para warga Dusun Ambat untuk mandi dan keperluan mencuci.

Somor Kategen (Sumur Tega), dijuluki sumur tega karena menurut keterangan warga, siapa saja yang meminum air dari sumur ini akan menjadi seseorang yang tega. Tega untuk melakukan apapun, atau dapat dikatakan orang yang meminumnya akan menjadi orang yang tidak takut pada apapun. Pada masanya, sumur ini dimanfaatkan oleh para warga untuk diberikan kepada suami yang diselingkuhi istrinya namun tidak berani untuk mencerai ataupun melawan lelaki idaman lain dari si istri. Keluarga suami akan memberikan air sumur tersebut untuk diminum, hingga kemudian sang suami menjadi berani untuk melawan lelaki idaman lain yang dimiliki sang istri dengan cara kekerasan bahkan membunuhnya dengan cara sadis atau yang biasa disebut Carok di Madura. Untuk itu, air dari sumur ini disebut sebagai air iblis oleh masyarakat Desa Bulung. Mengaca dari kemudharatan yang lebih banyak dibanding manfaatnya, sumur ini kemudian ditutup dan diamankan oleh Kepala Desa.

Minggu, Agustus 07, 2016

Penyuluhan Gosok Gigi di SDN Bulung

Gigi Sehat

         
          Penyuluhan gosok gigi membahas tentang cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Tujuan penyuluhan gosok gigi yaitu memberikan pengetahuan bagi siswa kelas satu maupun kelas dua tentang pentingnya menggosok gigi dan akibat apabila jarang menggosok gigi, serta menerapkan praktik menggosok gigi. Sehingga siswa-siswa paham cara merawat gigi dengan menggosok gigi secara teratur (sebanyak tiga kali sehari) serta menggosok gigi dengan cara yang baik dan benar.


Penyuluhan gosok gigi dilaksanakan di dua lembaga yaitu SDN 1 Bulung dan MI Darul Fathi. SDN 1 Bulung sebanyak satu kali dan dua kali di SDI/MI Darul Fathi. Waktu pelaksanaan penyuluhan gosok gigi yaitu hari rabu tanggal 27 Juli 2016 bertempat di SDN 1 Bulung dengan sasaran siswa kelas satu. Sedangkan waktu pelaksanaan penyuluhan gosok gigi SDI/Mi Darul Fathi yaitu hari rabu tanggal 27 Juli 2016 dengan sasaran siswa kelas satu dan kelas dua. Kendala pada programkerja penyuluhan gosok gigi yaitu kurangnya peralatan seperti sikat gigi yang disebabkan siswa lupa membawa sikat gigi. kendala tersebut dapat diatasi dengan disediakannya peralatan yang digunakan dalam praktik gosok gigi, seperti sikat gigi, pasta gigi, air, gelas plastik, dan bak kecil.


 

Program KKN 36

 Program Kerja Pembuatan Plang
 Kegiatan Mengajar di MI Darul Fathi
 Belajar Cara Mengoperasikan Komputer dan Mengetik dengan Benar
 Program Mengajar di TK
 Lomba Madrasah
 Pemasangan Plang bersama Kepala Desa
 Hari Terakhir Mengajar di MI Darul Fathi
 Kerajinan Bambu bersama Warga Masyarakat Dusun Ambat
Foto Kita bersama Kepala Desa

Pembuatan Plang Desa serta Peresmian yang di lakukan oleh Kepala Desa Bulung



Ketika orang baru masuk ke daerah Bulung pasti mereka akan merasa sangat kesulitan untuk mengetahui letak desa bulung. Untuk itu KKN 36 merencanakan untuk membuat plang desa. Pembuatan plang desa direncanakan ada 5 titik yaitu: untuk yang pertama plang desa di letakkan di batas awal masuk kawasan Desa Bulung, kedua di depan rumah kepala desa, ketiga diletakkan batas akhir desa bulung, keempat diletakkan  di tempat pembuangan sampah dan yang kelima di pinggir sungai, agar warga desa bulung tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Tujuan pembuatan plang desa digunakan untuk memudahkan warga mengetahui  lokasi masuk kawasan Desa Bulung sampai batas akhir desa bulung.
            Pelaksanaan pembuatan plang desa di lakukan pada hari Jum’at dan Sabtu tanggal 29-30 juli 2016 mulai pukul 06.00 sampai selesai. Peralatan yang dibutuhkan waktu pembuatan plang  desa adalah cangkul, tanah, semen, dan cetok. Semua berjalan lancar dan pembutan plang Desa dilakukan secara simbolis oleh bapak kepala Desa.



Program Kerja Mengajar di SDN Bulung dan MI Darul Fathi


Pendidikan adalah salah satu hal penting kita perhatikan, pentingnya pendidikan sangat terlihat jelas. Bahwa setiap manusia  berhak untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Berdasarkan pengajaran pertama yang di lakukan oleh KKN 36 di SD negeri Bulung, kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan ternyata siswa-siswi banyak yang kurang aktif dan ada juga siswa-siswi yang tidak bisa membaca serta media yang ada di sekolah masih kurang memadai dalam pembelajaran. Selain mengajar di SD Negeri Bulung kami juga mengajar di MI Darul Fathi. 
Kami mengajar di SD Negeri Bulung setiap hari Rabu dan kamis. Pada hari Rabu kami mengajarkan tentang Materi PKN dan hari Kamis mengajarkan materi tentang IPS pada siswa-siswi kelas 4, sedang pada kelas 5 mengajarkan materi tentang bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Agama Islam. KKN 36 juga mengajar di MI Darul Fathi pada kelas 4, 5 dan 6  dengan Materi yang sama dengan SDN Bulung. Tujuannya adalah Untuk memberikan ilmu pengetahuan dan memberikan wawasan yang luas untuk siswa-siswi di SDN Bulung dan MI Darul Fathi. Kegiatan mengajar di SDN Bulung dilaksanakan pada tanggal  20, 21, 27, 28 juli dan 03,04 Agustus 2016 sedangkan kegiatan mengajar di MI Darul Fathi dilaksanakan pada tanggal 2, 3 dan 4 agustus 2016.

Kendala yang kami alami selama mengajar yaitu anak-anaknya cenderung nakal dan sulit untuk mengkondisikan siswa-siswi saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk sarana dan prasarana di kelas menurut kami fasilitas kelas kurang memadai, selain itu juga desain atau tata ruang kelas masih konvensional serta kekurangan media pembelajaran. Jadi untuk permasalah tersebut disini kami menerapkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan serta di berinya ice breaking atau pendinginan untuk menghilangkan rasa bosan siswa-siswi untuk memecahkan kondisi yang menegangkan sehingga siswa-siswi akan merasa senang dalam mengikuti pembelajaran.


Rabu, Agustus 03, 2016

Program Kerja Mengajar di Madrasah Raudlatul Mutaallimin (MID) serta Lomba Madrasah

Mengajar Madrasah serta Lomba Madrasah 


Salah satu program yang dilaksanakan oleh KKN kelompok 36 adalah mengajar Madrasah yang dilaksanakan di Madrasah Raudlatul Mutaallimin 1 Ar-Rofi’iyah Desa Bulung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Kegiatan mengajar ini dilaksanakan mulai dari tanggal 25 juli sampai 7 agustus 2016 yang sistem mengajarnya mulai dari jam 13.30 wib sampai 16.30 Wib. Untuk meningkatkan siswa-siswi dalam kegiatan belajar mengajar di Madrasah.
 Selain kegiatan mengajar, kami KKN 36 mengadakan Lomba madrasah untuk meningkatkan semangat siswa-siswi Madrasah. Lomba madrasah dilaksanakan di MID meliputi lomba MTQ, adzan dan puisi islami. Dengan melihat kondisi desa bulung ini masyarakat sangat kental agama islam maka di Desa Bulung ini sangat membutuhkan acara-acara islami seperti lomba-lomba MTQ, Adzan dan puisi islami. Dengan diadakannya lomba tersebut maka siswa-siswi di Madrasah Desa Bulung dapat meningkatkan kreativitas dalam bidang keagamaan, baca tulis al-qur’an sejak dini dapat melatih kecerdasan anak dan dapat melatih kreativitas dalam bidang ke Agamamaannya. Baca al-qur’an membuat siswa-siswi Madrasah lebih terpacu kreativitasnya dalam segi membaca al-qur’an. Tujuan dari lomba Madrasah ini untuk memotivasi dan meningkatkan kelancaran dalam membaca al-qur’an antar siswa-siswi dari MID Raudlatul Mutaallimin 1 Ar- Rofi’iyah.

Sasaran dalam acara lomba di Madrasah yang diadakan oleh mahasiswa KKN kelompok 36 di Desa Bulung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan adalah siswa-siswi Madrasah mulai dari kelas 3 sampai kelas 6. Bentuk kegiatan ini berupa lomba antar siswa-siswi yang meliputi lomba MTQ, Adzan dan Puisi Islami. Lomba MTQ, Adzan dan Puisi islami ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 2 Agustus 2016.

Minggu Bersih

KKN 36 Semangat!!!

Bersih Desa bersama Masyarakat di Dusun Bulung Tengah


Kegitan bersih desa merupakan salah satu program kerja kelompok KKN 36 di Desa Bulung.  Kegitan ini di lakukan pada hari Minggu tanggal 24 juli 2016 mulai pukul 08.00 pagi sampai selesai. Persipan pertama yang di lakukan yaitu menyiapkan alat-alat seperti arit, cangkul, sekrok, dan korek (untuk membakar sampah). Kegitan ini memperoleh respon positif dari warga, ini di tandai dengan banyaknya warga yang mengikuti dan membantu kegiatan ini. Untuk lokasi dan kegitan yang di lakukan di sekitar jalan menuju dusun Bulung Tengah.

Kegitan ini dilakukan dengan membersihkan rumput atau tanaman pengganggu di sekitar jalan menuju dusun bulung tengah. Untuk sampah kering seperti kertas, plastik, daun kering dll di kumpulkan dan di bakar. Untuk sampah basah seperti rumput dan daun di buang di sekitar pohon, di karenakan sampah basah ketika teruraia mejadi pupuk alami bagi tumbuhan. tujuan dari bersih-bersih desa ini untuk membersihkan jalan-jalan menuju desa bulung tengah. Maanfaat dari kegiatan ini yaitu jalan menuju dusun bulung tengah menjadi bersih dan tidak kotor, dan membantu warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan jalan Desa. 

Selasa, Agustus 02, 2016

Berbagi Ilmu dengan Anak Didik Taman Kanak-Kanak


            TK Arofi’iyah merupakan satu-satunya lembaga PAUD yang ada di Desa Bulung. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2012 ini dalam kegiatan belajar mengajarnya masih menempati bangunan milik Madrasah diniyah. TK Arofi’iyah terdiri dari dua kelas yaitu TK A dan TK B dengan jumlah siswa yang cukup banyak pada setiap kelasnya. Sedangkan jumlah pendidik pada lembaga ini cukup minim, pada setiap kelasnya hanya ada satu guru. Jadi jumlah keseluruhan pendidik pada lembaga ini adalah tiga pendidik, yakni 2 guru dan satu kepala sekolah.
            Kegiatan pengabdian di TK Arofi’iyah dilaksanakan mulai tanggal 19 Juli 2016 sampai pada tanggal 1 Agustus 2016 dengan rincian dua kali dalam satu minggu. Selama proses pembelajaran metode yang dominan digunakan oleh guru adalah metode driil. Metode drill digunakan agar anak mampu Calistung lebih awal. Jadwal yang digunakan setiap harinya tidak sesuai tema dari dinas pendidikan. Jadwal yang digunakan hanyalah membaca, menulis dan berhitung. Sehingga banyak aspek yang tidak dikembangkan pada lembaga ini terutama aspek kognitif dan psikomotor.

Di akhir pengabdian sebagai bentuk terima kasih kelompok memberikan kenang-kenangan berupa alat kebersihan seperti sapu, kemoceng dan tepat sampah. Tujuan pemberian itu adalah agar warga sekolah dapat lebih menjaga kebersihan. Selain itu warga sekolah juga diharapkan mampu menjadi pribadi yang sadar dan disiplin dengan membuang sampah pada tempatnya. Jadi walaupun pengabdian selesai dilakukan kebiasaan baik dari warga sekolah dapat tetap baik dan bahkan menjadi lebih baik.

Penanaman Herbal


     Tanaman herbal dalam bentuk TOGA atau yang sering disebut dengan tanaman obat keluarga merupakan tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan secara herbal. Penggunaan tanaman obat ini lebih dianggap penting karena berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan dengan menggunakan bahan alami lebih tidak menimbulkan efek samping. Karena mayoritas kebiasaan manusia zaman sekarang, ketika orang-orang sedang mengalami sakit cenderung meminum obat. Obat yang diminum tersebut mengandung unsur kimia yang pastinya ada efek sampingnya. Untuk meminimalisir penggunaan obat dari bahan kimia maka diadakannya pembuatan toga. 

       Pembuatan toga ini adalah untuk memanfaatkan tanaman sekitar sebagai bahan baku pengobatan, serta memberi pengenalan lebih awal pada anak penerus bangsa tentang manfaat penanaman toga serta tanaman yang termasuk dalam tanaman toga. Apalagi di daerah Bulung minim sekali mengenai pelayanan kesehatan. Hal ini juga dapat di tangani dengan menggunakan cara pemanfaatan tanaman herbal yang bisa bermanfaat bagi kesehatan. Manfaat dari penanaman toga kali ini untuk mempermudah anak penerus bangsa dalam mengetahui pengetahuan pengenalan obat herbal serta pemanfaatan tanaman obat keluarga. Sehingga dapat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat ke depannya.
      Pelaksanaan penanaman Toga dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 04 Agustus 2016 mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Peralatan yang dibutuhkan waktu penanaman toga yaitu tanah, skam, polibag, jenis tanaman herbal, cangkul, air dan plang. Kegiatan ini telah berjalan dengan lancar dan dilakukan dengan secara simbolis oleh guru MI Darul Fathi.

Pengenalan dan Pelatihan Komputer di SDN Bulung dan MI Darul Fathi

Pengenalan dan Pelatihan Komputer pada Anak SD Negeri Bulung dan MI Darul Fathi oleh KKN 36 UTM

KKN 36 UTM(Universitas Trunojoyo Madura) telah melalukan kegiatan pengenalan IT ke SDN Bulung dan MI Darul Fathi. Pada SDN Bulung kami hanya mengambil 1 kelas yaitu kelas 4 pada jam 07.30-09.30 WIB. Dengan jumlah 11 siswa dan 2 materi yang disampaikan yaitu tentang cara mengoperasikan komputer dan belajar mengetik dengan benar, Kegiatan pengenalan ini menggunakan metode pengajaan kelompok kecil dengan didampingi setiap pembimbing.


Alhamdulilah...materi yang kami sampaikan dapat dipahami oleh mereka. Dan kami juga memberikan game yang berkaitan dengan materi yang kami sampaikan dan mereka juga sangat antusias untuk bermain game. Guru-guru SDN Bulung dan MI Darul Fathi juga sangat terbuka dengan hadirnya kita.

Minggu, Juli 31, 2016

Produk Kita......Bambu



Bambu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Dalam aktifitas kehidupan sehari-hari tidak luput dari pemanfaatan bambu seperti rebung digunakan sebagai bahan makanan, daun sebagai pembungkus makanan, pucuk muda sebagai makanan ternak, batang sebagai sapu lidi, kerajinan dan sebagainya. Bambu memiliki banyak jenis yaitu bambu duri, bambu keles (madura), dan bambu kuning. Jenis bambu yang digunakan oleh kkn 36 untuk pembuatan kerajinan adalah bambu duri. Bambu yang digunakan untuk kerajianan menggunakan bambu yang sudah tua, sedangkan untuk anyamannya menggunakan bambu yang masih mudah.

Kerajinan bambu yang dihasilkan oleh kkn 36 antara lain celengan, tempat pensil, toples, hiasan dinding, vas bunga, lampu belajar, dan lampu tidur. Dari semua kerajinan yang dihasilkan memiliki banyak manfaat bagi kami beserta warga di desa Bulung, kecamatan klampis, kab Bangkalan. Kerajinan bambu yang paling bermanfaat adalah lampu tidur yang digunakan sebagai hiasan, pencerah ruangan dan berguna bagi kesehatan karena terdapat aromaterapi. Penggunaan aromatik minyak wangi telah digunakan ribuan tahun lalu pada zaman Mesir kuno, China dan India. Aromaterapi mengacu pada penggunaan aroma untuk meningkatkan kesehatan seperti mengurangi stres, mengurangi tingkat depresi, dan menggurangi rasa nyeri. Istilah aromaterapi sendiri dimaknai sebagai salah satu jenis penyembuhan alternatif dengan menggunakan bahan cairan dari tanaman yang dikenal sebagai minyak esensial yang mudah menguap dan senyawa aromatik lainnya untuk pengharum ruangan.




Membuat Kerajinan Bambu (Proker Utama)

Bersama Masyarakat
               Desa bulung merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan klampis yang terletak di perbatasan antara kecamatan arosbaya dan kecamatan klampis. Banyak Potensi yang terdapat di desa bulung salah satunya adalah potensi bambu yang melimpah, bambu yang terdapat di desa bulung tidak banyak digunakan, hanya saja digunakan sebagai tonggak bangunan dan kabel listrik saja.
            Dengan adanya potensi bambu yang melimpah namun tidak digunakan dengan baik, maka kedatangan kami ke desa bulung yaitu ingin membuat suatu perubahan yang baru. Pembuatan kerajinan dari bambu sendiri masih jarang ditemukan di Bangkalan. Oleh karena itu disini kami berinisatif untuk membuat kerajinan dari bambu yang berbeda dan bernilai jual yang tinggi. Kerajinan bambu yang kami ajarkan kepada warga desa Bulung ini terdiri dari Lampu Tidur, Vas Bunga, Lampu Belajar, Celengan, dan Tempat Pensil. Untuk hiasannya kami menggunakan berbagai macam model yaitu klasik, dan seni lukis.

            Sosialisasi pertama dilakukan di dusun Ambet dengan menemui satu persatu rumah warga, namun yang hadir hanya anak-anak. Sosialisasi yang kedua juga dilakukan di dusun Ambet dengan meminta bantuan kepada kepala dusun Ambet untuk menggumpulkan warga dalam pelatihan kerajinan bambu. Sosialisasi yang ketiga dilakukan di dusun Debeng dengan menggunakan metode yang sama yaitu meminta bantuan kepada kepala dusun Debeng.
            Pelatihan kerajinan bambu dilakukan 5 kali dalam 26 hari. Pelatihan ini dilakukan 2 kali untuk anak-anak dan 3 kali untuk warga desa Bulung. Pelatihan kerajinan bambu yang pertama dilakukan pada hari minggu, 17 juli 2016, pelatihan berlangsung dengan baik, peserta sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti acara kami. Kami melatih mereka untuk membuat dan menghias celengan dan tempat pensil. Untuk pelatihan yang kedua dilakukan pada hari jum’at, 29 juli 2016. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya dan pada pelatihan ini kami mengajarkan bagaimana tahap-tahap dalam pembuatan celengan, tempat pensil dan lampu tidur, selain itu kami juga mengajarkan bagaimana cara menganyam.
            Pelatihan yang ketiga dilakukan pada hari selasa, 26 juli 2016. Pelatihan ini dihadiri oleh warga dusun Ambet, pelatihan berlangsung dengan baik. Peserta sangat antusias dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan warga kepada kami, bahkan salah seorang dari warga meminta kami mencari hari lain untuk melakukan pelatihan kerajian bambu sehingga pada pelatihan yang ketiga ini kami hanya memperkenalkan produk-produk kami dan meminta warga untuk bertukar pikiran mengenai produk apa saja yang akan di buat dari bambu. Pelatihan keempat dilakukan pada hari jum’at 29 juli 2016, ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya sehingga pelatihan ini diisi dengan melibatkan langsung warga dalam pembuatan kerajinan bambu. Pelatihan yang kelima dilakukan pada hari sabtu, 30 juli 2016 yang dilakukan di dusun Debeng. Pada pelatihan ini kami memperkenalkan produk kami dan langsung mempraktekkan cara pembuatan kerajinan bambu. 

Kamis, Juli 28, 2016

Pembuatan Tempat Sampah bersama Masyarakat

Bersama Masyarakat -

Banyaknya sampah yang berserakan di desa Bulung menjadi alasan mengapa proker ini dibuat khususnya di area Madrasah. Setiap selesai kelas TK dan PAUD pada pagi hari banyak sampah berserakan di kelas maupun di luar kelas. Padahal di sore harinya kelas akan digunakan untuk kelas Madrasah Diniyah. Saat pagi sebelum masuk kelas TK dan PAUD biasanya salah satu wali dari siswa harus menyapu terlebih dahulu. Tidak adanya tempat sampah didalam kelas dan juga tidak terlatihnya siswa membuang sampah pada tempatnya menyebabkan sampah bekas jajan mereka dibuang sebarangan di dalam kelas.

Pembuatan tempat sampah yang diletakkan dibelakang Madrasah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 28 s/d 30 juli 2016. Tujuan dibuatnya tempat sampah ini adalah untuk menjaga kebersihan dan keindahan desa bulung khususnya area sekitar Madrasah karena Madrasah ini merupakan lembaga umum yang sering dikunjungi oleh warga. Dengan adanya tempat sampah ini akan memudahkan siswa dan warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Sasaran utama proker ini yaitu seluruh warga desa Bulung. 

Kamis, Juli 21, 2016

Desa Bulung Kec. Klampis Kab. Bangkalan

Desa Bulung – Klampis – Bangkalan

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu dari 4 Kabupaten di Madura setalah Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang terletak di sebelah ujung Barat Pulau Madura. Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah administrasi di provinsi Jawa Timur mempunyai luas wilayah 1.220,14 Km2.
Secara geografis Kabupaten Bangkalan terletak antara 1120 – 1130 BT dan 60 – 70 yang dibatasi oleh sebagai berikut :
  •  Sebelah utara : laut jawa
  • Sebelah timur : kabupaten sampang
  • Sebelah selatan dan barat : selat madura
Kecamatan Klampis merupakan salah satu kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Bangkalan. Di kecamatan Klampis terdapat 22 Desa yaitu : Desa Moarah, Desa Tolbuk, Desa Ra’as, Desa Karang Asem, Desa Polongan, DesaBenteyan, Desa Trogan, Desa Ko’ol, Desa Tobeddung, Desa Mrandung, Desa Bulukagung, Desa Bulung, Desa Bragang, Desa nyaksakan, Desa Lergunung, Desa Manunggal, Desa Bator, Desa Klampis Barat, Desa Klampis Timur, Desa Larangan Tenggun, Desa Sorjan, Desa Glintong.
Desa Bulung memiliki ± 2500 jiwa penduduk dimana 50 % penduduk memiliki mata pencaharian sebagai Petani, 20 % sebagai Pedagang, dan 30 % sebagai TKI. Desa Bulung Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan merupakan desa terisolir di daerah pengaliran sungai (DAS) yang belum terjangkau dan belum menikmati akan adanya air yang layak untuk di minum, sehingga masih terjadi desa-desa tertinggal. Salah satu ciri desa tertinggal adalah sulitnya memperoleh air untuk berbagai kebutuhan, seperti air untuk keperluan sehari-hari, air untuk irigasi dan air untuk kebutuhan lainnya jadi para masyarakat bulung memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air. Walaupun Desa Bulung merupakan desa yang sulit mendapatkan air hal tersebut tidak mempengaruhi potensi Desa Bulung yang merupakan Desa penghasil jagung, bambu.

Desa Bulung memiliki dua Sekolah Dasar Negeri, dua Madrasah Diniyah, satu Taman Kanak-Kanak. Untuk mencapai SDN I Bulung relatif mudah dan dekat dengan masyarakat. Namun untuk mencapai SDN II Bulung masyarakat sangat sulit karena letak sekolah yang berada di tengah-tengah sawah atau hutan sehingga siswa – siswi begitu pula tenaga pengajar SDN II tidak sebanyak SDN I.