Minggu, Juli 31, 2016

Produk Kita......Bambu



Bambu merupakan tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Dalam aktifitas kehidupan sehari-hari tidak luput dari pemanfaatan bambu seperti rebung digunakan sebagai bahan makanan, daun sebagai pembungkus makanan, pucuk muda sebagai makanan ternak, batang sebagai sapu lidi, kerajinan dan sebagainya. Bambu memiliki banyak jenis yaitu bambu duri, bambu keles (madura), dan bambu kuning. Jenis bambu yang digunakan oleh kkn 36 untuk pembuatan kerajinan adalah bambu duri. Bambu yang digunakan untuk kerajianan menggunakan bambu yang sudah tua, sedangkan untuk anyamannya menggunakan bambu yang masih mudah.

Kerajinan bambu yang dihasilkan oleh kkn 36 antara lain celengan, tempat pensil, toples, hiasan dinding, vas bunga, lampu belajar, dan lampu tidur. Dari semua kerajinan yang dihasilkan memiliki banyak manfaat bagi kami beserta warga di desa Bulung, kecamatan klampis, kab Bangkalan. Kerajinan bambu yang paling bermanfaat adalah lampu tidur yang digunakan sebagai hiasan, pencerah ruangan dan berguna bagi kesehatan karena terdapat aromaterapi. Penggunaan aromatik minyak wangi telah digunakan ribuan tahun lalu pada zaman Mesir kuno, China dan India. Aromaterapi mengacu pada penggunaan aroma untuk meningkatkan kesehatan seperti mengurangi stres, mengurangi tingkat depresi, dan menggurangi rasa nyeri. Istilah aromaterapi sendiri dimaknai sebagai salah satu jenis penyembuhan alternatif dengan menggunakan bahan cairan dari tanaman yang dikenal sebagai minyak esensial yang mudah menguap dan senyawa aromatik lainnya untuk pengharum ruangan.




Membuat Kerajinan Bambu (Proker Utama)

Bersama Masyarakat
               Desa bulung merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan klampis yang terletak di perbatasan antara kecamatan arosbaya dan kecamatan klampis. Banyak Potensi yang terdapat di desa bulung salah satunya adalah potensi bambu yang melimpah, bambu yang terdapat di desa bulung tidak banyak digunakan, hanya saja digunakan sebagai tonggak bangunan dan kabel listrik saja.
            Dengan adanya potensi bambu yang melimpah namun tidak digunakan dengan baik, maka kedatangan kami ke desa bulung yaitu ingin membuat suatu perubahan yang baru. Pembuatan kerajinan dari bambu sendiri masih jarang ditemukan di Bangkalan. Oleh karena itu disini kami berinisatif untuk membuat kerajinan dari bambu yang berbeda dan bernilai jual yang tinggi. Kerajinan bambu yang kami ajarkan kepada warga desa Bulung ini terdiri dari Lampu Tidur, Vas Bunga, Lampu Belajar, Celengan, dan Tempat Pensil. Untuk hiasannya kami menggunakan berbagai macam model yaitu klasik, dan seni lukis.

            Sosialisasi pertama dilakukan di dusun Ambet dengan menemui satu persatu rumah warga, namun yang hadir hanya anak-anak. Sosialisasi yang kedua juga dilakukan di dusun Ambet dengan meminta bantuan kepada kepala dusun Ambet untuk menggumpulkan warga dalam pelatihan kerajinan bambu. Sosialisasi yang ketiga dilakukan di dusun Debeng dengan menggunakan metode yang sama yaitu meminta bantuan kepada kepala dusun Debeng.
            Pelatihan kerajinan bambu dilakukan 5 kali dalam 26 hari. Pelatihan ini dilakukan 2 kali untuk anak-anak dan 3 kali untuk warga desa Bulung. Pelatihan kerajinan bambu yang pertama dilakukan pada hari minggu, 17 juli 2016, pelatihan berlangsung dengan baik, peserta sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti acara kami. Kami melatih mereka untuk membuat dan menghias celengan dan tempat pensil. Untuk pelatihan yang kedua dilakukan pada hari jum’at, 29 juli 2016. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya dan pada pelatihan ini kami mengajarkan bagaimana tahap-tahap dalam pembuatan celengan, tempat pensil dan lampu tidur, selain itu kami juga mengajarkan bagaimana cara menganyam.
            Pelatihan yang ketiga dilakukan pada hari selasa, 26 juli 2016. Pelatihan ini dihadiri oleh warga dusun Ambet, pelatihan berlangsung dengan baik. Peserta sangat antusias dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan warga kepada kami, bahkan salah seorang dari warga meminta kami mencari hari lain untuk melakukan pelatihan kerajian bambu sehingga pada pelatihan yang ketiga ini kami hanya memperkenalkan produk-produk kami dan meminta warga untuk bertukar pikiran mengenai produk apa saja yang akan di buat dari bambu. Pelatihan keempat dilakukan pada hari jum’at 29 juli 2016, ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya sehingga pelatihan ini diisi dengan melibatkan langsung warga dalam pembuatan kerajinan bambu. Pelatihan yang kelima dilakukan pada hari sabtu, 30 juli 2016 yang dilakukan di dusun Debeng. Pada pelatihan ini kami memperkenalkan produk kami dan langsung mempraktekkan cara pembuatan kerajinan bambu. 

Kamis, Juli 28, 2016

Pembuatan Tempat Sampah bersama Masyarakat

Bersama Masyarakat -

Banyaknya sampah yang berserakan di desa Bulung menjadi alasan mengapa proker ini dibuat khususnya di area Madrasah. Setiap selesai kelas TK dan PAUD pada pagi hari banyak sampah berserakan di kelas maupun di luar kelas. Padahal di sore harinya kelas akan digunakan untuk kelas Madrasah Diniyah. Saat pagi sebelum masuk kelas TK dan PAUD biasanya salah satu wali dari siswa harus menyapu terlebih dahulu. Tidak adanya tempat sampah didalam kelas dan juga tidak terlatihnya siswa membuang sampah pada tempatnya menyebabkan sampah bekas jajan mereka dibuang sebarangan di dalam kelas.

Pembuatan tempat sampah yang diletakkan dibelakang Madrasah dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut tepatnya pada tanggal 28 s/d 30 juli 2016. Tujuan dibuatnya tempat sampah ini adalah untuk menjaga kebersihan dan keindahan desa bulung khususnya area sekitar Madrasah karena Madrasah ini merupakan lembaga umum yang sering dikunjungi oleh warga. Dengan adanya tempat sampah ini akan memudahkan siswa dan warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Sasaran utama proker ini yaitu seluruh warga desa Bulung. 

Kamis, Juli 21, 2016

Desa Bulung Kec. Klampis Kab. Bangkalan

Desa Bulung – Klampis – Bangkalan

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu dari 4 Kabupaten di Madura setalah Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang terletak di sebelah ujung Barat Pulau Madura. Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah administrasi di provinsi Jawa Timur mempunyai luas wilayah 1.220,14 Km2.
Secara geografis Kabupaten Bangkalan terletak antara 1120 – 1130 BT dan 60 – 70 yang dibatasi oleh sebagai berikut :
  •  Sebelah utara : laut jawa
  • Sebelah timur : kabupaten sampang
  • Sebelah selatan dan barat : selat madura
Kecamatan Klampis merupakan salah satu kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di wilayah kabupaten Bangkalan. Di kecamatan Klampis terdapat 22 Desa yaitu : Desa Moarah, Desa Tolbuk, Desa Ra’as, Desa Karang Asem, Desa Polongan, DesaBenteyan, Desa Trogan, Desa Ko’ol, Desa Tobeddung, Desa Mrandung, Desa Bulukagung, Desa Bulung, Desa Bragang, Desa nyaksakan, Desa Lergunung, Desa Manunggal, Desa Bator, Desa Klampis Barat, Desa Klampis Timur, Desa Larangan Tenggun, Desa Sorjan, Desa Glintong.
Desa Bulung memiliki ± 2500 jiwa penduduk dimana 50 % penduduk memiliki mata pencaharian sebagai Petani, 20 % sebagai Pedagang, dan 30 % sebagai TKI. Desa Bulung Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan merupakan desa terisolir di daerah pengaliran sungai (DAS) yang belum terjangkau dan belum menikmati akan adanya air yang layak untuk di minum, sehingga masih terjadi desa-desa tertinggal. Salah satu ciri desa tertinggal adalah sulitnya memperoleh air untuk berbagai kebutuhan, seperti air untuk keperluan sehari-hari, air untuk irigasi dan air untuk kebutuhan lainnya jadi para masyarakat bulung memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air. Walaupun Desa Bulung merupakan desa yang sulit mendapatkan air hal tersebut tidak mempengaruhi potensi Desa Bulung yang merupakan Desa penghasil jagung, bambu.

Desa Bulung memiliki dua Sekolah Dasar Negeri, dua Madrasah Diniyah, satu Taman Kanak-Kanak. Untuk mencapai SDN I Bulung relatif mudah dan dekat dengan masyarakat. Namun untuk mencapai SDN II Bulung masyarakat sangat sulit karena letak sekolah yang berada di tengah-tengah sawah atau hutan sehingga siswa – siswi begitu pula tenaga pengajar SDN II tidak sebanyak SDN I.